اَلاِيمَانُ فِي اللُّغَةِ ؛ التَصْدِيْقُ بِالْقَلْبِ

Iman menurut bahasa : percaya, membenarkan atau meyakini sesuatu dengan hati

وَفِيْ الشَرْعِ ؛ تَصْدِيْقُ الرَسُوالِ فِيْمَا جَاءَبِهِ عَنْ رَبِّهِ

Iman menurut istilah : membenarkan apa-apa yang disampaikan oleh Rasul dari Tuhannya

التَصْدِيْقُ بِالْقَلْبِ إقْرَارُ بِاللِسَانِ وَعَمَلُ بِالْاَرْكَانِ

IMAN: membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan

Terdapat beberapa golongan manusia:

  • Mu’min atau Muwahid; mengesakan Allah, percaya kepada Allah dan RasulNya dengan sepenuh hati, berani menyatakan kebenaran Islam dengan lisannya dan mengamalkan  ajarannya.
  • Musyrik; menyekutukan Allah, ia percaya kepada Allah tetapi juga percaya ada sesuatu selain Allah yang memiliki kekuatan dan kekuasaan.
  • Kafir; yaitu orang yang hatinya tidak percaya kepada Allah atau kepada rukun Iman  lain yang wajib diyakini, lisannya pun tidak mau mengakuinya apalagi mengamalkan ajaran Islam
1.Kufur yang membuat darinya keluar dari Islam, seperti kufur dengan mendustakan ajaran yang datang dari Allah dan Rasulnya atau kufur dengan sebab menolak atau menginkari perintah Allah dan RasulNya, seperti iblis yang sombong dan menolak perintah Allah, padahal iblis percaya akan wujud Allah
2.Kufur yang membuat dirinya tidak keluar dari Islam, seperti kufur nikmat dan anugrah Allah
  • Munafiq; mengakui dengan lisannya, mengamalkan dengan anggota badannya tetapi hatinya menolak atau tidak meyakini ajaran Islam.
  • Fasiq; meyakini dengan hatinya, berikrar dengan lisannya tetapi tidak mengamalkannya. Orang fasiq percaya kepada Allah dan rukun iman yang lainnya tetapi keimanannya belum mantap, masih banyak melangar ketentuan Allah dan Rasul-Nya.
Tingkatan iman :
  • Iman Matbu’ (yang ditabiatkan);  imannya para malaikat. Iman para malaikat sudah dibentuk sedemikian rupa, tidak ada keraguan, tidak mungkin pasang surut serta tidak mungkin durhaka kepada Allah.
  • Iman Ma’sum (yang dijaga); yaitu imannya para nabi. Iman para nabi senantiasa terjaga, terpelihara dari apa-apa yang menodai imannya dan tidak mungkin dapat digoyahkan lagi.
  • Iman Maqbul (yang diterima); yaitu imannya orang-orang mu’min, orang-orang yang betul-betul iman kepada Allah dan RasulNya, tidak bercampur syirik dan tidak ada keraguan lagi dalam imannya.
  • Iman Mauquf (yang ditangguhkan); yaitu imannya para ahli bid’ah, yang masih bercampur ragu dan syirik.
  • Iman Mardud (ditolak); yaitu imannya orang-orag munafiq. Pada dasarnya orang munafiq adalah orang kafir, tetapi dihadapan orang beriman mereka suka mengatakan aamana (kami beriman), karena itu imannya ditolak/tidak diterima.
Ciri orang beriman:

1.Berjihad di Jalan Allah

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.  (Q.S. Al Hujurat [49] : 15).

2.Mendirikan shalat dan menginfaqkan hartanya.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.

3.Mencintai orang mu’min lainnya (Q.S. al- anfal : 74)
Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia.