Fitrah : potensi-potensi tertentu yang ada pada diri manusia yang telah dibawanya semenjak lahir

Fitrah berkaitan dengan tugas manusia sebagai khalifah Allah untuk menciptakan kemakmuran dan kebahagiaan dimuka bumi.

Fitrah pada manusia:

1.  AGAMA

1. diberikan kepada manusia sejak dialam ruh, ketika Allah mengajak ruh manusia untuk mengadakan suatu perjanjian. Q.S. Surah Al A’raf  : 172

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):”Bukankah Aku ini Tuhanmu”. Mereka menjawab:”Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”.

2.Allah mengirimkan Nabi dan RasulNya untuk mengingatkan perjanjian tsb

“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang memberi peringatan.”  (QS. Al Gaatsiyah[88]:21)

3.Allah menurunkan Al-Qur’an  untuk mengatur konsekuensi perjanjian

Konsekuensi perjanjian:

•Wewenang  Allah memberi kepada manusia agar ia mampu melaksanakan perjanjian
•Wewenang manusia menerima
•Hak Allah untuk disembah dan kewajiban manusia untuk menyembah-Nya.

“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah diri.”
(QS. AnNahl [ 16]:89)

2.  AKAL
  • Islam agama (yang sesuai dengan) akal manusia.

‘Agama itu adalah akal, tidak ada agama bagi orang-orang yang tidak (mau memanfaatkan akalnya) berakal’ (Hr. Abu Syekh)

  • Orang-orang yang akalnya belum berkembang (anak-anak), tidak berfungsi (orang yang tidur), atau sudah rusak (orang gila), tidak dibebani hukum agama.

“Yang terlepas dari hukum agama itu ada tiga macam:

1. Anak hingga ia dewasa, 2. Orang tidur hingga ia bangun, 3. Orang gila hingga ia sembuh.” (Hr. Abu Daud dan Ibnu Majah).

3.  SOSIAL
1.manusia adalah umat yang satu

“Manusia itu adalah ummat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.”
(QS. Al Baqarah [2] : 213)

2.manusia dijadikan bersuku dan berbangsa agar saling mengenal

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
(QS. Al Hujuraat [ 49] : 13)

3.saling menolong dalam kebaikan & ketakwaan, bukan dalam dosa dan kejahatan

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.“ (QS.Al Maaidah [ 5] :2)

4.  SUSILA
1.Al-Qur’an mengatur sistem kehidupan manusia berdasar pada kebaikan dan bebas dari kejahatan.

“Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.“

(QS.  Al Baqarah [2] : 197)

2.Al-Qur’an mendorong untuk melaksanakan sifat  baik, menghapuskan sifat buruk.

“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Huud [11] : 114)

3.Al-Qur’an menunjukkan yang baik dan buruk, Manusia dengan akalnya memilih

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.“ (QS. Al Baqarah [2] : 267)

4. Nabi Muhammad Saw diutus Allah untuk memperbaiki moral

“Aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan budi pekerti manusia.”(HR. Bukhari)

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.“ (QS. Al Ahzab [33]:21)


5.  HARGA DIRI
1.Harga diri dan kemuliaan manusia lebih tinggi dari makhluk lain ciptaan Tuhan.

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.“ (QS. Al Israa [17]:70).

2.Harga diri dan kemuliaan dipelihara dengan Iman dan Amal saleh.
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.“  (QS. At Tin [95] : 4-6)
3.Tanpa Iman dan Amal Saleh, martabat manusia sejajar dengan binatang

“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.”
(QS. Muhammad [47] :12)


download